berita

Solskjaer Belum Bisa Pastikan MU Belanja Pemain Atau Tidak

Liga Inggris – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, masih belum tahu apakah The Red Devils akan mendatangkan pemain baru atau tidak di bursa transfer musim dingin bulan Januari 2020 mendatang.

Pada bulan Oktober silam, Solskjaer pernah mengkonfirmasi bahwa Manchester United akan mrekrut pemain baru di posisi striker pada bursa transfer nanti. Katanya, dana untuk dibelanjakan sudah berada di tangan.

Manchester United pun langsung dikaitkan dengan sejumlah nama. Salah satunya adalah pemain Juventus, Mario Mandzukic. Striker tim nasional Kroasia itu diyakini bisa menjadi tambahan kekuatan di sektor penyerangan The Red Devils yang sedang melempem. Beberapa waktu lalu, Solskjaer salah memilih pemain di pertandingan melawan AFC Bournemouth.

Pemain berkebangsaan Inggris, Declan Rice, juga dikabarkan masuk dalam daftar belanja Manchester United. Namun kemungkinan MU untuk mendapatkan pemain berumur 20 tahun itu terbilang kecil, pasalnya West Ham United disebut tak ingin melepasnya hingga musim panas nanti.

Beberapa hari kemudian, Solskjaer kembali ditanya mengenai kemungkinan pemain anyar yang akan diboyong ke Old Trafford di bursa musim dingin bulan Januari nanti. Namun pria berkebangsaan Norwegia tersebut justru memberikan jawaban yang meragukan kepada awak media.

“Yang jadi perhatian kami sekarang adalah mengembalikan pemain dalam kondisi bugar dan bisa melangkah ke babak selanjutnya,” ujar Ole Gunnar Solskjaer seperti yang dilansir dalam harian Goal International.

Pada hari Jumat (8 November 2019) mendatang, Manchester United akan melawan Partizan Belgrade di Old Trafford. Tambahan tiga poin dari pertandingan tersebut akan memastikan Paul Pogba dan rekan-rekannya bisa lolos ke babak 32 besar.

Liga Europa merupakan kompetisi Solskjaer untuk memberikan kesempatan bagi pemain muda unjuk gigi, seperti Mason Greenwood dan Brandon Williams. Sejauh, ini performa para pemain muda MU cukup membuat Solskjaer puas.

berita

Solskjaer Ungkap Kekalahan MU Atas Bournemouth Karena Salah Pilih Pemain

Sebuah pengakuan dibuat oleh Ole Gunnar Solskjaer. Manajer Manchester United tersebut mengakui bahwa dia melakukan kesalahan ketika melakukan pemilihan pemain sehingga mereka dipermalukan di markas AFC Bournemouth.

Manchester United gagal melanjutkan streak tiga kemenangan berturut-turut mereka. Bertamu ke Vitality Stadium, The Red Devils harus pulang dengan tangan hampa karena menelan kekalahan dengan skor tipis 1-0.

Dalam pertandingan tersebut, Solskjaer memutuskan untuk tidak terlalu banyak melakukan rotasi. Mayoritas line upnya sama dengan line up yang ia turunkan melawan Chelsea (Piala Carabao) dan Norwich City (Premier League) akhir pekan lalu.

Solskjaer mengakui bahwa dia salah memilih susunan pemainnya di pertandingan ini. “Mungkin saya seharusnya menurunkan beberapa pemain yang berbeda di hari ini,” ungkap Ole Gunnar Solskjaer yang dikutip dalam Portal Berita Sepakbola Terupdate.

Manajer berkebangsaan Norwegia ini mengaku cukup kecewa karena menelan kekalahan dalam pertandingan ini, terutama ketika The Red Devils tengah berada dalam momentum yang apik. Ia menyebut bahwa The Red Devils seharusnya bisa memenangkan pertandingan melawan AFC Bournemouth demi mengejar finish di zona Liga Champions.

Solskjaer juga menepis anggapan bahwa timnya menelan kekalahan dalam pertandingan ini karena kondisi hujan deras di Vitality Stadium. Ia menilai AFC Bournemouth juga menjalani situasi yang sama dengan mereka, sehingga mereka tidak bisa mengkambinghitamkan cuaca sebagai alasan kekalagan timnya.

Kekalahan ini membuat Manchester United harus turun peringkat cukup jauh di klasemen sementara Premier League. Marcus Rashford dan rekan-rekannya saat ini tertahan di peringkat 10 dengan perolehan 13 poin.

berita

Solskjaer Puas Dengan Perkembangan Manchester United

Hasil imbang yang diraih Manchester United saat berhadapan dengan Liverpool akhir pekan lalu benar-benar berarti bagi Ole Gunnar Solskjaer dan timnya. Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 itu menjadi saksi cuplikan kekuatan The Red Devils yang sebenarnya.

Bermain di Old Trafford, Minggu (20 Oktober 2019), MU sangat percaya diri sejak menit pertama. Kondisi tim mereka memang kalah segalanya dari Liverpool, namun MU tetap bisa membuat kejutan melalui penampilan agresif di babak pertama.

Mereka hampir saja meraih kemenangan dalam pertandingan itu jika tidak lengah pada menit-menit akhir. Masalah MU masih sama, mereka tidak bisa fokus penuh sepanjang pertandingan dan kehilangan konsistensi.

Walaupun demikian, pertandingan ini tidak pernah hanya soal tambahan satu poin. Skuad MU jelas mendapatkan suntikan kepercayaan diri besar. Menurut situs berita bola terkini, informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber tepercaya mengatakan bahwa Solskjaer puas dengan penampilan skuadnya saat melawan Liverpool.

Setelah pertandingan itu, di ruang ganti Solskjaer berkata bahwa permainan itu bakal jadi contoh dan patokan untuk gaya bermain yang dia mau. Solskjaer ingin timnya bisa mengulang performa apik itu untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.

Sebelum pertandingan, dia sudah menduga Liverpool bakal mendominasi penguasaan bola, kasus yang jarang dihadapi MU sejauh ini. Oleh karena itu, Solskjaer memilih menurunkan formasi tiga bek yang bisa berubah jadi lima bek dalam mode defensif.

Terbukti, Liverpool kesulitan menciptakan peluang dan Solskjaer merasa sangat puas dengan performa anak-anak asuhnya. Dia merasa perkembangan MU nyata, hanya terhalang oleh kritik demi kritik yang menyerang timnya sejauh ini.

berita

Untuk Juarai Piala Dunia 2018, Argentina Harus Punya 3 Messi

Kekalahan telak atas tim nasional Spanyol di pertandingan persahabatan bulan lalu membuat Argentina dikritik habis oleh media-media lokal. Tim Tango disebut perlu tiga orang Lionel Messi agar bisa sukses di Piala Dunia 2018.

Tanpa diperkuat oleh Messi dan Sergio Aguero, Argentina ditaklukkan Spanyol dengan skor 1 – 6. Hasil tersebut menyamai rekor kekalahan terburuk La Albiceleste, yang sekaligus menjadi alarm bahaya buat mereka jelang Piala Dunia 2018. Timnas Argentina langsung jadi sasaran kritik. Termasuk dari media-media lokal Argentina.

“Kekalahan bersejarah. Dengan Messi duduk di tribun, Tim Argentina menunjukkan level kerapuhan yang sebelumnya tidak pernah mereka alami. Dan pada akhirnya dihancurkan: Isco mencetak hat-trick dalam pertandingan yang berakhir 1-6 yang jadi pukulan besar buat Argentina,” tulis media olahraga kenamaan di Argentina itu.

Sementara harian olahraga asal Spanyol, La Nacion menyoroti singkatnya waktu yang dimiliki oleh Jorge Sampaoli menjelang Piala Dunia. Argentina disebut tak berdaya menghadapi tim besar saat Messi tak main.

“Tanpa Leo, mereka kewalahan melawan tim besar. Mereka termotivasi: namun mereka tidak bisa menunjukkan permainan sepakbola yang bagus. Itu yang akan lihat saat Argentina berhadapan dengan tim-tim yang berstatus sebagai kandidat juara Piala Dunia 2018,” kritik La Nacion.

Sebelum menghadapi Islandia di pertandingan pertama Piala Dunia 2018, Argentina masih punya dua pertandingan uji coba. Tapi lawan yang dihadapi relatif mudah, yakni Ukraina (4 Juni 2018) dan Israel (9 Juni 2018).

berita

Rakyat Argentina Tak Ingin Higuain Main Di Piala Dunia 2018

Mantan manajer Tim nasional Argentina, Alfio Basile, yakin jika hampir semua masyarakat Argentina tak mau Gonzalo Higuain main di Piala Dunia 2018. Pasalnya, striker andalan Juventus itu disebut sebagai aktor kekelahan Argentina di final Piala Dunia 2014.

Di Piala Dunia empat tahun silam, Argentina harus mereleakan gelar juara kepada timnas Jerman usai mereka kalah dengan skor 0-1 di babak final Piala Dunia. Jerman mengunci gelar juara dunia berkat gol semata wayang Mario Gotze pada menit ke-113.

Dalam pertandingan itu, Higuain sempat memperoleh kesempatan emas untuk membobol gawang Der Panzer di awal pertandingan. Ia tinggal berhadapan dengan kiper Manuel Neuer.

Namun, entah kenapa mantan striker Napoli dan Real Madrid tersebut justru melepas tendangan melenbar. Menurut Basile, kesalahan Higuain tersebut masih belum tersimpan di benak masyarakat Argentina.

“Dari semua pemain, salah satu orang yang pantas diasalahkan adalah Higuain. Mereka tidak mau dia masuk ke dalam tim sekarang karena ketika Piala Dunia 2014 dikenang, kesempatan yang dia lewatkan di awal pertandingan adalah sesuatu yang membuat kalah,” kata Basile seperti dilansir Soccerway.

“Dia sudah membawa bola di kakinya dan 20 meter dari gawang dengan setiap opsi terbuka untuknya dan dia bisa memasukkan bola di mana saja, namun entah kenapa tendangannya justru malah melebar.”

Higuain sendiri tercatat masih aktif bermain bersama tim nasional Argentina. Pemain berusia 30 tahun tersebut sudah mengoleksi 30 gol dalam 70 kali penampilan.

berita

Pelatih Argentina Tak Akan Bawa Ezequiel Lavezzi Di Piala Dunia 2018

Pada tahun 2016 lalu, Ezequiel Lavezzi membuat keputusan mengejutkan. Di puncak kariernya sebagai pesepak bola, dia justru henkang ke klub China Super League, Hebei China Fortune dari Paris Saint- Germain. Kontrak Lavezzi dengan PSG sebenarnya berakhir di musim panas 2017.

Sebuah media asal Inggris, Independent.co.uk merilis, di Hebei China Fortune, Lavezzi bakal menerima gaji sebesar Rp7,7 miliar per pekan! Itu merupakan gaji tertinggi bagi seorang pesepak bola di dunia.

Bahkan pemain yang sempat memperkuat Genoa dan Napoli ini menolak tawaran dari sejumlah klub-klub top Eropa macam Chelsea, Manchester United dan Inter Milan! Pindah ke Eropa bisa membantu peluang sang pemain tapi tidak melakukannya.

“Saya menyukai proyek pengembangan klub ini. Itulah yang membuat saya yakin untuk datang ke Hebei, juga aspek keuangannya,” ungkap Ezequiel Lavezzi seperti yang dilansir Canal+.

Banyak orang berpikir jika Lavezzi tidak berminat lagi bermain sepak bola di level tertinggi. Yang dia pikirkan di usianya yang sudah berkepala tiga itu adalah uang.

Jika Lavezzi benar-benar berniat masuk tim Piala Dunia Argentina, dia harus bisa menunjukkan penampilan yang mengesankan di negeri Tiongkok itu. Harapan Lavezzi mungkin cukup kecil mengingat banyaknya pemain yang tersedia buat pelatih.

berita

Enzo Perez Terancam Dicoret Argentina Di Piala Dunia 2018

Eks Pemain Valencia yang saat ini memperkuat klub di Liga Argentina River Plate, Enzo Perez, sepertinya tidak akan dapat tempat dalam squad Jorge Sampaoli untuk Piala Dunia 2018 Rusia.

Pasalnya, di posisi ia bermain, masih ada nama-nama yang lebih mentereng macam Lucas Biglia (AC Milan), Ever Banega (Sevilla), Pablo Perez (Boca Juniors) serta Javier Mascherano (Barcelona, sekarang sudah pindah ke Hebei China Fortune).

“Enzo Perez, di La Liga Spanyol, gagal mencetak satu gol di musim ini. Dia mencetak 10 peluang dan satu assist. Enzo Pérez telah melakukan 1.031 operan musim 2016/2017 dengan akurasi 87%, di mana 79% merupakan operan ke depan,” tulis media statistik olahraga Squawka.com.

Walaupun performanya agak menurun, Enzo Perez tetap berniat untuk mengunci satu tempat di tim Piala Dunia 2018. Oleh karena itu, dia memilih kembali ke Argentina dari Spanyol sebelum awal musim dimulai.

Dengan persaingan untuk mendapatkan tempat di tim nasional memanas ia harus meningkatkan permainannya agar bisa masuk di squad Jorge Sampaoli. Di samping itu, usianya yang telah mencapai 32 tahun juga bakal menjadi pertimbangan sang manajer.

Sampaoli dikebal sebagai manajer yang tidak kenal kompromi dalam memilih tim dan ini akan tergantung pada penampilan para pemain bersama klub mereka masing-masing.

berita

Gonzalo Higuain Sama Sekali Tak Simpan Dendam Pada Madrid

Andai berhasil mencetak gol ke gawang Keylor Navas dalam pertandingan nanti, Higuain akan tetap melakukan selebrasi, tapi itu bukan berarti dia tidak punya hormat kepada mantan klub atau menyimpan perasaan dendam.Gonzalo Higuain Sama Sekali Tak Simpan Dendam Pada Madrid

Striker andalan Juventus, Gonzalo Higuain, sama sekali tidak menyimpan rasa dendam atau sakit hati terhadap perlakuan Real Madrid kepadanya selama tujuh tahun karir di Santiago Bernabeu. Hal ini diutarakan Kakak Pemain Argentina, Nicola Higuain, jelang partai final Liga Champions Eropa.

Sebagaimana diketahui, Higuain memang sempat merasakan ketatnya persaingan di Real Madrid pada periode 2006 sampai 2013. Selama tujuh tahun dia mencetak cukup banyak gol bahkan, lebih darij 120 gol untuk Los Blancos. Namun, kehadiran Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo akhirnya membuat El Pipita tersingkir dari skuat utama Los Blancos.

Pada Bursa transfer musim panas tahun 2013, dia akhirnya memutuskan hengkang ke Italia dengan membela Napoli. Setelah empat tahun berlalu, Higuain secara mengejutkan hijrah ke klub Rival, Juventus. Bersama Bianconneri lah Sosok berusia 29 tahun itu akan kembali berhadapan dengan sang mantan klub, Real Madrid, pada partai final Liga Champions Eropa yang akan berlangsung di Cardiff, 4 Juni mendatang.

Terkait apakah Higuain akan berselebrasi jika Mencetak gol, Nicola Higuain memastikan bahwa adiknya akan tetap merayakan gol tersebut. Namun itu bukan berarti dia tidak menghormati Real madrid atau memiliki dendam terhadap tim besutan Zinedine Zidane.

“Gonzalo sama sekali tak punya hasrat untuk membalas dendam, sebagaimana ia menghabiskan tujuh tahun fantastis di Madrid. Ia pergi karena setiap pekan Madrid harus melakukan evaluasi apakah menjadikannya starter atau Karim Benzema, dan hal itu tidaklah benar bagi kami.”

“Dalam kasus apa pun, jika adik saya mencetak gol ke gawang mereka dan melakukan selebrasi, maka itu jangan dianggap sebagai tindakan yang tak menghormati mereka.” tutur Nicolas kepada Radio Marca.

Higuain sendri memiliki peranan yang cukup vital dalam kesuksesan Juventus memenangkan dua trofi domestik, Serie A dan Coppa, serta melaju ke babak final Liga Champions Eropa.

berita

Casillas Harapkan Buffon Bisa Menangi Liga Champions Tahun Ini

Jika saja dirinya bukan merupakan legenda dan mantan pemain Real Madrid, kiper asal Spanyol tersebut akan sepenuh hati mendukung Juventus, terutama Buffon, untuk mengangkat trofi Liga Champions Eropa musim ini. Casillas Harapkan Buffon Bisa Menangi Liga Champions Tahun Ini

Meskipun berstatus sebagai legenda Real Madrid, tapi penjaga gawang andalan FC Porto, Iker Casillas, tidak ragu untuk menuturkan harapannya terkait final Liga Champions Eropa musim ini antara sang mantan melawan Juventus. San Iker berharap, koleganya sesama penjaga gawang, Gianluigi Buffon-lah yang berhasil memenangkan final di Cardiff nanti.

Memang harus diakui, Buffon harus mengangkat trofi Liga Champions Eropa, setidaknya sekali sebelum benar-benar memutuskan gantung sepatu dari karirnya sebagai pemain sepakbola. Sosok berusia 39 tahun sempat menikmati dua partai final, tahun 2003 dan tahun 2009, namun sayang, usahanya untuk mengangkat si kuping besar selalu gagal.

Kesempatan akan kembali hadir untuk penjaga gawang tim Nasional italia tahun ini, sebagaimana keberhasilan mereka melangkah ke babak final, dan akan berhadapan dengan Real Madrid di partai puncak tersebut. Sedangkan Casillas dan Buffon dikenal sebagai dua sosok kiper yang memiliki hubugan baik selama ini.

Menyoal peluang buffon tahun ini, Casillas mengatakan kiper berusia 39 tahun tersebut layak mengangkat trofi di final yang akan berlangsung di Cardiff pada 4 juni mendatang. Namun demikian, Casillas juga tetap mendukung Los blancos pada partai final tersebut, sebagaimana statusnya sebagai legenda Real Madrid.

“Jika saja lawannya bukan Madrid, dengan sepenuh hati saya berharap dia [Buffon] menjuarai Liga Champions, Dia layak mendapatkannya. Tentu saya adalah penggemar Madrid, tapi perjalanan Gigi seharusnya tidak berakhir tanpa gelar juara Liga Champions. Dia hampir memenangkan segalanya, tapi trofi ini belum pernah ia dapatkan dan membebaninya,” ujar legenda Real Madrid itu kepada Gazzetta dello Sport.

Buffon sendiri juga disebut-sebut sebagai kandidat kuat pemenang trofi Ballon d’Or tahun ini, sebagaimana keberhasilannya membawa Juventus berada di ambang treble winner, usai memenangi gelar Coppa Italia dan Serie A Italia sebelumnya.

berita

Resmi Tinggalkan Roma, Totti Masih Belum Siap Gantung Sepatu

Dalam pidato panjang nan mengharukannya, sosok berusia 40 tahun itu kembali berujar bahwa dia siap menjalani lembaran dan tantangan baru dalam karir. Tidak jelas, apakah tantangan baru sebagai pemain, atau peran lainnya.Resmi Tinggalkan Roma, Totti Masih Belum Siap Gantung Sepatu

Momen Memorial perpisahan antara AS Roma dengan Francesco Totti diwarnai haru biru kesedihan sang legenda hidup dan seluruh elemen klub akhir pekan kemarin. Tapi selepas momen tersebut, Totti belum juga bisa memberikan kejelasan tentang kelanjutan karirnya sebagai pemain, dia bahkan mengaku masih belum siap untuk mengucap kata ‘pensiun’.

Sang Ikon utama klub Ibu Kota tersebut masuk ke lapangan di menit ke-54 dalam laga pamungkas Serie A italia melawan AS Roma di Stadio Olimpico, pada minggu kemarin (28/05). AS Roma sendiri berhasil memenangkan pertandingan tersebut lewat keunggulan tipis 3-2 dan memastikan posisi di peringkat kedua klasemen akhir, serta melangkah ke babak group Liga Champions Eropa musim depan.

Prediksinya, Totti bakal menjalani peran baru sebagai direktur teknik AS Roma, jabatan yang memang telah dipersiapkan klub jika memang sang pemain memilih gantung sepatu. Tapi, dalam pidato perpisahannya, sang legenda masih belum bisa memberikan kejelasan apakah akan terus bermain atau pensiun.

“Maaf jika selama ini saya tidak memberikan klarifikasi soal pemikiran saya, namun tidak mudah untuk melakukan itu. Sekarang, saya takut. Bukan rasa takut yang sama seperti ketika anda harus mencetak gol penalti. Kali ini saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi berikutnya.”

“Jadi, biarkan saya sedikit merasa takut. Kali ini saya yang membutuhkan anda semua dan kehangatan anda. Apa yang selalu anda tunjukkan pada saya. Dengan perhatian anda semua, saya pasti akan bisa menutup lembaran lama dan menjalani petualangan baru.” tutur Totti menurut FFT.

Sejauh ini, media-media masih diliputi tanda tanya besar, apakah Totti akan gantung sepatu atau meneruskan kiprahnya musim depan, dimana saat itu dia telah berusia 41 tahun. Namun para legenda sepakbola, pemain dan pelatih top mengaku akan tetap mendukung sang Maestro terkait keputusannya di masa mendatang.